Connect with us

Daerah

Perdana, Kota Tidore Jadi Lokasi Monitoring dan Pendampingan Registrasi Posyandu 6 SPM di Maluku Utara

Published

on

Perdana, Kota Tidore Jadi Lokasi Monitoring dan Pendampingan Registrasi Posyandu 6 SPM di Maluku Utara.
Perdana, Kota Tidore Jadi Lokasi Monitoring dan Pendampingan Registrasi Posyandu 6 SPM di Maluku Utara.

TIDORE, SOROTAN KATA.COM – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Maluku Utara menggelar kegiatan koordinasi, monitoring, dan pendampingan registrasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) tingkat kabupaten/kota se-Provinsi Maluku Utara Tahun 2026.

Kegiatan yang untuk pertama kalinya dilaksanakan di Kota Tidore Kepulauan ini berlangsung di Gedung Perpustakaan, Kamis (5/11/2026). Pelaksanaannya merupakan bagian dari upaya mendukung implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

Advertisement

Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Maluku Utara, Hj. Rusni Sarbin, dalam arahannya menjelaskan bahwa transformasi Posyandu melalui pendekatan 6 SPM merupakan langkah penting dalam memperluas cakupan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi telah berkembang menjadi wadah pelayanan masyarakat yang mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal.

Advertisement

“Untuk itu, hari ini kami hadir untuk memperkuat pemahaman kita bersama. Sepuluh kabupaten/kota masih perlu terus didorong dalam penerapan Posyandu 6 SPM ini. Dengan keterlibatan enam perangkat daerah, yakni Dinas Kesehatan, Pendidikan, PUPR, Perkim, Sosial, dan Satpol PP, diharapkan terbangun kolaborasi yang dapat meringankan beban tugas Posyandu, sehingga tidak terkesan mengambil alih tugas masing-masing,” tegasnya.

Rusni menambahkan, secara teknis pelaksanaan enam bidang SPM telah menjadi tanggung jawab organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Karena itu, diperlukan pembagian peran dan ruang lingkup tugas yang jelas antara pengurus Posyandu dengan masing-masing OPD.

Advertisement

Ia berharap penguatan kelembagaan Posyandu di tingkat kabupaten/kota dapat dilakukan melalui penerapan prinsip 3K, yaitu koordinasi, kolaborasi, dan komunikasi yang baik.

Baca Juga  Sekda Tidore: Tahun 2025 Tidak Ada Lagi Tenaga Honorer di Setiap OPD

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Tidore Kepulauan, Hj. Rahmawati Muhammad Sinen, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Maluku Utara beserta jajaran yang telah memilih Kota Tidore sebagai lokasi pertama pelaksanaan kegiatan koordinasi, monitoring, dan pendampingan registrasi Posyandu 6 SPM Tahun 2026.

Advertisement

“Selamat datang kepada Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Maluku Utara dan Kepala Dinas PMD Provinsi Maluku Utara beserta jajaran. Terima kasih telah memilih Kota Tidore Kepulauan sebagai lokasi pertama kegiatan ini. Di tengah padatnya agenda, kami berharap kehadiran perwakilan seluruh dinas terkait dapat mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan,” ungkap Rahmawati.

Lebih lanjut, Rahmawati mengungkapkan bahwa saat ini Kota Tidore Kepulauan memiliki 151 Posyandu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 41 Posyandu telah memperoleh registrasi.

Advertisement

Ia menjelaskan, pelaksanaan transformasi Posyandu 6 SPM di tengah kebijakan efisiensi anggaran turut mendorong pemerintah daerah mengambil langkah penyesuaian dalam pengelolaan kelembagaan. Salah satunya dengan melibatkan staf kelurahan dan desa sebagai pengurus Posyandu, sebagaimana telah diterapkan pada 41 Posyandu yang memperoleh registrasi.

Melalui kegiatan monitoring dan pendampingan tersebut, Rahmawati berharap Tim Pembina Posyandu Provinsi Maluku Utara dapat memberikan masukan, koreksi, serta arahan terhadap berbagai kekurangan yang masih ditemukan dalam proses registrasi maupun pelaksanaan Posyandu 6 SPM di Kota Tidore.

Advertisement

“Kami berharap apabila masih terdapat kesalahan atau kekurangan, kiranya dapat diberikan koreksi, bimbingan, dan arahan dari Tim Pembina Posyandu Provinsi Maluku Utara. Kami juga berharap kegiatan ini berjalan lancar dan seluruh dinas terkait dapat menindaklanjuti hasil koordinasi serta monitoring yang dilaksanakan,” imbuhnya.

Baca Juga  Pj Gubernur Jawa Timur Tempatkan Patung Gajah Mada di Dasar Laut

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas PMD Provinsi Maluku Utara, Muhammad Miftah Baay, beserta jajaran dan pengurus Posyandu Provinsi Maluku Utara.

Advertisement

Hadir pula perwakilan OPD Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, meliputi Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Sosial, Satpol PP, Dinas PMD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas P2KBP3A, Bapperida, Bagian Tata Pemerintahan, serta pengurus PKK Kota Tidore Kepulauan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan transformasi Posyandu 6 SPM di Kota Tidore Kepulauan semakin optimal, dengan dukungan koordinasi lintas sektor dan pembagian tugas yang jelas sehingga pelayanan dasar kepada masyarakat dapat menjangkau enam bidang secara terpadu.

Advertisement
Advertisement

Trending