Connect with us

Nasional

Tidore Tawarkan “Emas Hijau dan Biru” di Forum Investasi Jakarta: Fokus Hilirisasi dan Ekologi

Published

on

Tidore Tawarkan "Emas Hijau dan Biru" di Forum Investasi Jakarta: Fokus Hilirisasi dan Ekologi.
Tidore Tawarkan "Emas Hijau dan Biru" di Forum Investasi Jakarta: Fokus Hilirisasi dan Ekologi.

SOROTAN KATA  – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menegaskan keseriusannya dalam melakukan transformasi ekonomi berbasis potensi lokal. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, saat menjadi pemateri utama dalam Business and Investment Forum: Tidore & Ternate di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (24/4).

Forum ini merupakan bagian dari ajang bergengsi “Discover the Natural Treasure Tidore Ternate” yang bertujuan menarik minat investor nasional maupun internasional untuk menanamkan modal di wilayah Maluku Utara.

Advertisement

Transformasi Jalur Rempah: Menuju Hilirisasi Modern

Mengusung tema “Transformasi Jalur Rempah melalui Hilirisasi”, Ahmad Laiman memaparkan visi strategis untuk membangkitkan kembali kejayaan Tidore sebagai titik nol jalur rempah dunia dengan pendekatan modern dan berkelanjutan.

“Pertumbuhan ekonomi Tidore harus berjalan beriringan dengan keadilan ekologi. Fokus kami ada pada tiga sektor unggulan: pertanian rempah, perikanan kelautan, dan pariwisata berbasis konservasi,” tegas Ahmad Laiman di hadapan para calon investor.

Potensi Investasi yang Menjanjikan

Dalam presentasinya, Wakil Wali Kota memaparkan data komoditas yang melimpah sebagai bahan baku industri:

Advertisement
  • Sektor Perkebunan: Produksi kelapa mencapai 9.566 ton, pala 299 ton, dan cengkeh 265 ton per tahun.

  • Sektor Kelautan: Potensi cakalang dan tongkol mendekati 10.000 ton per tahun. Ini membuka peluang besar untuk investasi industri cold storage, pengolahan fillet tuna, hingga pembangunan galangan kapal.

  • Sektor Pariwisata: Pengembangan akomodasi yang tetap menjaga keanekaragaman hayati, termasuk wilayah konservasi lumba-lumba.

Dukungan Pusat dan Strategi “Naik Kelas”

Beberapa tokoh penting turut memberikan dukungan kuat terhadap langkah strategis Pemkot Tidore:

  1. Kementerian Investasi: Direktur Kerja Sama Pelaksanaan Berusaha, Hasyim Daeng Barang, menekankan perlunya pabrik pengolahan langsung di Tidore agar nilai tambah rempah tidak dinikmati daerah lain.

  2. APEKSI: Direktur Eksekutif Alwis Rustam mengapresiasi langkah “jemput bola” ini dan menyebut Tidore sebagai “mutiara terpendam” yang kaya potensi.

  3. Bank Indonesia: Kepala Perwakilan BI Malut, Handi Susila, siap bersinergi untuk kurasi produk UMKM agar mampu menembus pasar internasional.

Ekonomi Modern Berbalut Budaya

Suasana forum menjadi semakin menarik dengan adanya fashion show dari pemuda-pemudi Tidore (Fomatika Jakarta) yang membawakan Tenun Puta Dino Kayangan. Penampilan ini mengirimkan pesan kuat bahwa transformasi ekonomi Tidore tetap berpijak pada akar budaya dan sejarah luhur Kesultanan.

Advertisement

Kemudahan Investasi: Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Pemkot Tidore menjamin kemudahan perizinan digital. Dengan persaingan yang masih rendah namun memiliki first mover advantage, para investor diundang untuk mengambil peluang emas di kota yang aman, nyaman, dan ramah investasi ini.

Advertisement
Baca Juga  Dorong Stabilitas Harga, TPID Kota Tidore Gelar Pasar Murah di Kecamatan Oba Tengah
Advertisement

Trending