Ragam Jelajah
Rahat, Kota dengan Penduduk Muslim Terbesar di Israel, Dihuni Sekitar 90 Persen Umat Islam

SorotanKata.com – Israel dikenal sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Yahudi. Namun, di negara tersebut terdapat sebuah kota yang dihuni mayoritas umat Islam, yakni Rahat. Kota yang berada di kawasan Gurun Negev, Distrik Selatan Israel, ini disebut sebagai kota dengan populasi Muslim terbesar di Israel, di mana sekitar 90 persen penduduknya memeluk agama Islam.
Dilansir dari kanal YouTube Jelajah Bumi pada Minggu, 2 Agustus 2026, Rahat merupakan pusat kehidupan masyarakat Arab Badui yang tetap mempertahankan identitas budaya dan tradisi mereka di tengah perkembangan zaman.
Sejarah Berdirinya Kota Rahat
Rahat didirikan pada awal dekade 1970-an sebagai bagian dari kebijakan pemerintah Israel untuk memukimkan masyarakat Badui yang sebelumnya menjalani kehidupan secara nomaden atau berpindah-pindah di kawasan Gurun Negev.
Program tersebut bertujuan menyediakan permukiman permanen yang dilengkapi berbagai fasilitas dasar, seperti jalan, sekolah, pusat kesehatan, serta layanan pemerintahan. Seiring berjalannya waktu, Rahat berkembang menjadi salah satu kota terbesar di wilayah selatan Israel.
Saat ini, kota tersebut menjadi pusat aktivitas masyarakat Arab Badui sekaligus menjadi simbol keberadaan komunitas Muslim di Israel.
Mayoritas Penduduk Beragama Islam
Sekitar 90 persen penduduk Rahat merupakan pemeluk agama Islam. Mayoritas warga berasal dari suku-suku Arab Badui yang telah menetap secara turun-temurun di wilayah Gurun Negev.
Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Rahat menjalankan aktivitas keagamaan sebagaimana umat Islam pada umumnya. Salat berjamaah di masjid, pendidikan Al-Qur’an, pengajian, hingga peringatan hari-hari besar Islam menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.
Masjid-masjid di Rahat tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan pembinaan masyarakat.
Kehidupan Masyarakat Arab Badui
Meskipun telah hidup di kawasan perkotaan, masyarakat Rahat tetap mempertahankan budaya Arab Badui yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Tradisi kekeluargaan masih sangat kuat. Nilai saling membantu, menghormati orang tua, serta menjaga hubungan antaranggota keluarga menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, berbagai tradisi khas Badui, seperti kuliner, kerajinan tangan, pakaian tradisional, hingga seni budaya masih terus dilestarikan sebagai identitas masyarakat setempat.
Bahasa dan Pendidikan
Bahasa Arab merupakan bahasa utama yang digunakan masyarakat Rahat dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, bahasa Ibrani juga digunakan dalam dunia pendidikan, administrasi pemerintahan, dan aktivitas ekonomi.
Perkembangan sektor pendidikan di Rahat juga terus mengalami peningkatan. Berbagai sekolah dasar hingga menengah tersedia untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat.
Generasi muda Badui kini memiliki kesempatan yang lebih luas untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sehingga membuka peluang yang lebih besar dalam berbagai bidang pekerjaan.
Kondisi Ekonomi Kota Rahat
Perekonomian masyarakat Rahat ditopang oleh berbagai sektor, mulai dari perdagangan, jasa, pertanian, konstruksi, hingga pekerjaan di kawasan industri.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Israel juga melakukan berbagai program pembangunan guna meningkatkan kualitas infrastruktur dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Badui.
Meski demikian, Rahat masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti tingkat pengangguran, pemerataan pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Fasilitas Umum Terus Berkembang
Sebagai kota yang terus berkembang, Rahat kini memiliki berbagai fasilitas umum, seperti rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat, sekolah, taman kota, pusat olahraga, hingga pusat perdagangan.
Pembangunan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan Gurun Negev.
Sejumlah program pemberdayaan masyarakat juga terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, serta kesempatan kerja bagi generasi muda.
Simbol Keberagaman di Israel
Keberadaan Rahat menunjukkan bahwa Israel memiliki keragaman etnis dan agama. Selain warga Yahudi, negara tersebut juga dihuni oleh komunitas Arab yang terdiri atas pemeluk Islam, Kristen, dan Druze.
Di antara berbagai komunitas tersebut, Rahat dikenal sebagai kota dengan identitas Islam yang paling kuat. Kehidupan masyarakatnya mencerminkan perpaduan antara tradisi Arab Badui dengan perkembangan kehidupan modern.
Rahat juga menjadi contoh bagaimana masyarakat Muslim tetap mempertahankan identitas budaya dan agama di tengah perubahan sosial yang terus berlangsung.
Rahat Menjadi Kota Penting di Wilayah Selatan Israel
Dengan jumlah penduduk yang terus meningkat, Rahat kini menjadi salah satu kota terbesar di Distrik Selatan Israel. Kota ini tidak hanya menjadi pusat permukiman masyarakat Arab Badui, tetapi juga berkembang sebagai pusat pendidikan, perdagangan, dan pelayanan publik.
Informasi mengenai Rahat yang disampaikan kanal YouTube Jelajah Bumi memberikan gambaran mengenai kehidupan masyarakat Muslim di kota tersebut. Meski demikian, pembaca disarankan tetap merujuk pada berbagai sumber tepercaya untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai sejarah, demografi, serta perkembangan Kota Rahat di Israel.
Daerah2 tahun agoBulan Depan Insentif Imam, Syara dan Pendeta di Kota Tidore Dibayarkan
Daerah2 tahun agoKetua Organda Tidore Kecam Tindakan Premanisme Diduga Dilakukan Tim SAMADA di Mareku
Daerah1 tahun agoASN Kota Tidore Kepulauan Mulai Konsolidasi Dukung Aksi Tuntutan DBH ke Pemprov Maluku Utara
Berita1 tahun agoSegera Terbit Buku Berjudul Tanpa Tidore, Indonesia Tidak Ada Pilar Timur dari Sabang Sampai Merauke
Daerah1 tahun agoKelurahan Mareku Hadirkan Inovasi Pelayanan Publik Berbasis Teknologi
Daerah1 tahun agoDua Kali Kunjungan Bersejarah Presiden Soekarno ke Tidore
Daerah1 tahun agoTerus Promosikan Sektor Pariwisata, Pemkot Tidore Gelar Camping Ground di Pulau Maitara
Berita2 tahun agoPengembangan Ekonomi Kreatif di Kota Tidore, Ketua Gekrafs dan Dinas Pariwisata Gelar Audiensi dengan Kemenparekraf











