Berita
Segera Terbit Buku Berjudul Tanpa Tidore, Indonesia Tidak Ada Pilar Timur dari Sabang Sampai Merauke

SOROTAN KATA – Dalam waktu dekat, publik akan disuguhkan sebuah buku penting yang menawarkan perspektif sejarah nasional dari arah yang selama ini luput dari sorotan utama. Berjudul “Tanpa Tidore, Indonesia Tidak Ada Pilar Timur dari Sabang Sampai Merauke”, karya ini ditulis oleh jurnalis dan seorang sastrawan pinggiran, Iswan Dukomalamo.
Reposisi Narasi Sejarah Indonesia
Buku ini menyoroti peran sentral Kesultanan Tidore dalam menjaga keutuhan wilayah timur Indonesia, dari perlawanan terhadap kekuatan kolonial hingga kontribusi strategis dalam mempertahankan Papua sebagai bagian dari Republik Indonesia. Melalui pendekatan historis yang mendalam, buku ini secara akademis dan naratif berhasil mereposisi sejarah Indonesia Timur sebagai elemen fundamental dalam pembentukan NKRI.
Iswan memaparkan bahwa Sultan Nuku, tokoh sentral dari Tidore, telah menjalankan visi geopolitik Nusantara bahkan sebelum istilah “Indonesia” dirumuskan secara modern. Dalam berbagai bagian buku, Tidore digambarkan bukan hanya sebagai kerajaan lokal, melainkan sebagai aktor utama dalam mempertahankan integritas teritorial bangsa dari timur.
Buku “ Tanpa Tidore, Indonesia Tidak Ada Pilar Timur dari Sabang Sampai Merauke“ menyajikan narasi historis yang menggugah tentang bagaimana wilayah timur Indonesia, khususnya Tidore, memegang peranan vital dalam pembentukan dan keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melalui kajian sejarah yang mendalam dan pendekatan naratif yang mengalir, buku ini membuktikan bahwa Kesultanan Tidore bukan sekadar entitas lokal, tetapi pilar geopolitik yang menjaga kedaulatan wilayah timur Nusantara sejak abad ke-18.
Sosok Sultan Nuku tampil sebagai ikon perjuangan kemerdekaan dari timur yang visioner, berani, dan transformatif. Perjuangannya melawan kolonialisme tidak hanya bersifat lokal, melainkan menjadi bagian dari proyek besar mempertahankan Nusantara dari perpecahan. Di masa modern, kontribusi Tidore kembali mengemuka dalam perjuangan mempertahankan Papua sebagai bagian sah dari Indonesia.
Buku ini menegaskan bahwa narasi sejarah Indonesia yang adil dan inklusif harus mencakup peran-peran kunci dari wilayah yang selama ini termarjinalkan dalam peta sejarah nasional. Timur bukanlah pinggiran; ia adalah penopang eksistensi republik ini.
Tanpa Tidore, Indonesia Tidak Ada Pilar Timur dari Sabang Sampai Merauke, bukan sekadar slogan, tetapi refleksi historis yang mengajak kita menata ulang cara pandang terhadap sejarah, integrasi, dan jati diri bangsa. Buku ini merupakan kontribusi penting bagi upaya membangun kesadaran nasional yang lebih utuh, adil, dan menghargai kekayaan sejarah dari seluruh penjuru Nusantara.***
Daerah1 tahun agoBulan Depan Insentif Imam, Syara dan Pendeta di Kota Tidore Dibayarkan
Daerah1 tahun agoKetua Organda Tidore Kecam Tindakan Premanisme Diduga Dilakukan Tim SAMADA di Mareku
Daerah9 bulan agoASN Kota Tidore Kepulauan Mulai Konsolidasi Dukung Aksi Tuntutan DBH ke Pemprov Maluku Utara
Daerah7 bulan agoKelurahan Mareku Hadirkan Inovasi Pelayanan Publik Berbasis Teknologi
Berita12 bulan agoPengembangan Ekonomi Kreatif di Kota Tidore, Ketua Gekrafs dan Dinas Pariwisata Gelar Audiensi dengan Kemenparekraf
Daerah5 bulan agoDisdukcapil Tidore: Hoax soal Rekomendasi Wali Kota dalam Layanan Kependudukan
Daerah5 bulan agoTerus Promosikan Sektor Pariwisata, Pemkot Tidore Gelar Camping Ground di Pulau Maitara
Politik1 tahun agoAlasan DPC Partai Gerindra Kota Tidore Cabut Dukungan Politik kepada Paslon Wali Kota Tidore Sam Ada










