Daerah
Pemkot Bandung Ungkap Ratusan Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Telah Ditangani

SOROTAN KATA – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, melaporkan telah menangani sebanyak 200 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan selama periode Januari hingga September 2024.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung, Uum Sumiati, menyampaikan bahwa 200 kasus tersebut ditangani berdasarkan pengaduan yang diterima serta pemantauan dan pengawasan yang dilakukan di wilayah Kota Bandung.
“Kami telah menangani 200 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. Angka ini menurun dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 400 kasus, berkat berbagai langkah yang kami ambil untuk menekan jumlah kasus kekerasan,” ujar Uum pada Rabu, 2 Oktober 2024.
Uum menjelaskan, dari ratusan kasus yang ditangani, terdapat berbagai bentuk kekerasan, seperti kekerasan fisik, psikis, seksual, hingga penelantaran.
Dalam penanganan kasus tersebut, pihaknya pertama kali melakukan asesmen oleh petugas, kemudian memberikan perlindungan fisik dan hukum, serta melakukan pendampingan untuk memulihkan kondisi psikis korban.
“Proses asesmen awal dilakukan oleh konselor umum kami. Berdasarkan hasil asesmen, kami tentukan apakah korban perlu didampingi oleh konselor umum atau perlu bantuan psikolog,” tambahnya.
Uum juga mengungkapkan, masyarakat yang mengalami kekerasan dapat memanfaatkan layanan Senandung Perdana, yang memberikan berbagai layanan seperti pengaduan, penjangkauan korban, pengelolaan kasus, penampungan sementara, mediasi, serta pendampingan korban kekerasan.
“Senandung Perdana ini merupakan layanan pelaporan awal. Untuk tindak lanjutnya, karena kasus kekerasan tidak bisa diselesaikan hanya dengan aplikasi, kami menggunakan metode khusus dari konselor untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Layanan Senandung Perdana hadir untuk memastikan bahwa masyarakat, terutama yang rentan, mendapatkan penanganan yang efektif dan terpercaya dalam mencari bantuan.
Lebih lanjut, Uum menekankan pentingnya menghentikan segala bentuk kekerasan dalam masyarakat, terutama di kalangan generasi muda, dalam rangka memperingati Hari Anti Kekerasan Internasional.
“Untuk anak-anak di Kota Bandung, kami mengimbau untuk menumbuhkan rasa saling menghormati, menghargai, dan menyayangi antar sesama, serta menjauhi perilaku buruk agar kekerasan dalam bentuk apapun dapat kita kendalikan,” kata Uum.***
Daerah1 tahun agoBulan Depan Insentif Imam, Syara dan Pendeta di Kota Tidore Dibayarkan
Daerah1 tahun agoKetua Organda Tidore Kecam Tindakan Premanisme Diduga Dilakukan Tim SAMADA di Mareku
Daerah8 bulan agoASN Kota Tidore Kepulauan Mulai Konsolidasi Dukung Aksi Tuntutan DBH ke Pemprov Maluku Utara
Daerah6 bulan agoKelurahan Mareku Hadirkan Inovasi Pelayanan Publik Berbasis Teknologi
Berita4 bulan agoSegera Terbit Buku Berjudul Tanpa Tidore, Indonesia Tidak Ada Pilar Timur dari Sabang Sampai Merauke
Daerah4 bulan agoDisdukcapil Tidore: Hoax soal Rekomendasi Wali Kota dalam Layanan Kependudukan
Berita11 bulan agoPengembangan Ekonomi Kreatif di Kota Tidore, Ketua Gekrafs dan Dinas Pariwisata Gelar Audiensi dengan Kemenparekraf
Daerah4 bulan agoTerus Promosikan Sektor Pariwisata, Pemkot Tidore Gelar Camping Ground di Pulau Maitara











