Politik
Muhammad Sinen: HAS Kie Raha Adalah Representasi dari Identitas Maluku Utara

SOROTAN KATA – Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara, Husain Alting Sjah dan Asrul Rasyid Ichsan (HAS Kie Raha) dengan nomor urut 1 merupakan representasi identitas Maluku Utrara, tidak membedakan agama maupun suku.
Ketua DPD PDIP Provinsi Maluku Utara Muhammad Sinen, yang biasa diapa Ayah Erik mengatakan, Sultan Tidore bukan hanya sekadar representasi wilayah Tidore, tetapi juga sosok yang merepresentasikan identitas seluruh Maluku Utara.
Sebagai figur budaya yang dihormati, Sultan Tidore dipandang mampu menyatukan masyarakat di tengah perbedaan politik dan selalu membawa semangat kebersamaan dalam setiap langkahnya.
“Sultan Tidore adalah ikon besar Maluku Utara. Sebagai Sultan, beliau bukan hanya milik Tidore, tetapi milik seluruh masyarakat Maluku Utara. Kami melihat beliau sebagai sosok yang mampu mempersatukan kita di tengah perbedaan,” kata Muhammad Sinen pada Kamis, 3 Oktober 2024.
“Oleh karena itu, kami terus melakukan konsolidasi dan menyerukan kepada masyarakat, untuk tetap menjaga kebersamaan, meskipun ada perbedaan pandangan politik. Bagaimanapun, kita semua adalah satu, kita semua bagian dari Maluku Utara,” sambungnya.
“Apapun agamanya, sukunya, HAS Kie Raha nomor urut 1 ini milik kita bersama, untuk itu, bersama-sama kita menangkan HAS Kie Raha di tanggal 27 November 2024 nanti, kita bangun Provinsi Maluku Utara ini menjadi lebih baik,” ajaknya.
HAS Kie Raha Ungkap Isu Strategis Hambatan Utama Pembangaunan di Maluku Utara
Husain Alting Sjah mengungkapkan sejumlah isu strategis yang menjadi hambatan utama dalam pembangunan di Maluku Utara. Salah satu isu tersebut adalah rendahnya kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM).
“Minimnya produktivitas dan daya saing di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan menjadi kendala besar,” pungkasnya.
Husain juga menyoroti lemahnya tata kelola pemerintahan yang berimbas pada tingginya korupsi, serta buruknya kualitas pelayanan publik. Kondisi tata kelola yang buruk ini berdampak sistemik pada berbagai aspek lain, seperti minimnya infrastruktur jalan dan jembatan, yang menyebabkan ketimpangan antar wilayah semakin tinggi.
Selain itu, Husain menambahkan, rendahnya infrastruktur dan literasi digital, serta belum optimalnya pengelolaan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, juga menjadi masalah yang harus diatasi.
Asrul Rasyid Ichsan, pasangan Husain menambahkan, dampak sistemik tersebut turut berkontribusi pada tingginya laju inflasi, yang berdampak pada rendahnya daya beli masyarakat dan menjadi salah satu penyebab tingginya angka kemiskinan di Maluku Utara.
Sebagai solusi, pasangan calon HAS akan mendorong visi misi untuk mengatasi persoalan-persoalan ini, dengan fokus pada peningkatan SDM yang unggul dan berbudaya.
“Kami juga akan berupaya mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang produktif dan inklusif, tata kelola pemerintahan yang inovatif dan berintegritas, serta memperjuangkan ketangguhan daerah, ketahanan sosial, budaya, dan ekologi yang berlandaskan adat seatorang (adat bersendikan aturan), dan infrastruktur yang berkelanjutan,” terannya.
Daerah1 tahun agoBulan Depan Insentif Imam, Syara dan Pendeta di Kota Tidore Dibayarkan
Daerah1 tahun agoKetua Organda Tidore Kecam Tindakan Premanisme Diduga Dilakukan Tim SAMADA di Mareku
Daerah9 bulan agoASN Kota Tidore Kepulauan Mulai Konsolidasi Dukung Aksi Tuntutan DBH ke Pemprov Maluku Utara
Daerah7 bulan agoKelurahan Mareku Hadirkan Inovasi Pelayanan Publik Berbasis Teknologi
Berita5 bulan agoSegera Terbit Buku Berjudul Tanpa Tidore, Indonesia Tidak Ada Pilar Timur dari Sabang Sampai Merauke
Berita12 bulan agoPengembangan Ekonomi Kreatif di Kota Tidore, Ketua Gekrafs dan Dinas Pariwisata Gelar Audiensi dengan Kemenparekraf
Daerah5 bulan agoDisdukcapil Tidore: Hoax soal Rekomendasi Wali Kota dalam Layanan Kependudukan
Daerah5 bulan agoTerus Promosikan Sektor Pariwisata, Pemkot Tidore Gelar Camping Ground di Pulau Maitara











