Daerah
Komisi I DPRD Tidore Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Berjalan Lancar di Seluruh Kecamatan

SOROTAN KATA – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tidore Kepulauan memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terlaksana dengan baik di seluruh wilayah Kota Tidore Kepulauan. Kepastian ini disampaikan Ketua Komisi I DPRD Tidore Kepulauan, Sarmin Mustari, setelah pihaknya melakukan pengecekan langsung ke lapangan, termasuk meninjau sejumlah dapur pelaksana di masing-masing kecamatan.
Sarmin mengungkapkan, dari delapan kecamatan sasaran program, sebagian besar dapur telah beroperasi dan distribusi makanan berjalan lancar. Meski demikian, masih terdapat dua kecamatan yang dapurnya sedang dalam tahap rehabilitasi, yakni Kecamatan Oba dengan lokasi dapur di Desa Bale serta Kecamatan Oba Selatan di Desa Wama.
“Untuk Kecamatan Oba Tengah, dapur direncanakan berlokasi di Lileo dan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar tiga bulan ke depan. Sementara itu, di Kecamatan Oba Utara, dapur sudah beroperasi di Kelurahan Gura Ping dan sejauh ini distribusi berjalan dengan baik,” jelas Sarmin.
Di wilayah Pulau Tidore, lanjut Sarmin, Kecamatan Tidore Selatan memiliki dapur yang berlokasi di SPN. Sedangkan Kecamatan Tidore Utara direncanakan memiliki dapur di Kelurahan Ome. Namun saat ini, distribusi makanan masih difokuskan ke Kelurahan Kalaodi, meski terkendala jarak tempuh dan keterbatasan armada distribusi.
“Dengan mempertimbangkan rentang kendali dan keterbatasan akses kendaraan, kami menyarankan agar ke depan disiapkan dapur alternatif di tingkat kelurahan agar distribusi makanan lebih efisien dan tepat waktu,” ujarnya.
Sarmin juga menyebutkan bahwa skema dapur induk dan dapur penunjang telah diterapkan, khususnya di wilayah Oba dan Oba Selatan. Di Kecamatan Oba, selain dapur induk di Desa Bale, disiapkan dapur penunjang di Kususnopa. Sementara di Kecamatan Oba Selatan, selain dapur utama di Desa Wama, direncanakan dapur penunjang di sekitar Desa Lifofa atau Desa Tagalaya.
Berdasarkan hasil pengecekan langsung ke dapur dan sekolah-sekolah, Komisi I DPRD memastikan ketersediaan bahan baku program relatif aman. Selama sekitar empat hingga lima bulan pelaksanaan MBG, hampir seluruh bahan baku bersumber dari wilayah Kota Tidore Kepulauan.
“Saat ini, bahan yang masih didatangkan dari luar daerah hanya ayam dan telur karena keterbatasan peternak lokal. Sementara bahan pangan lainnya seluruhnya berasal dari Tidore. Bahkan, seluruh tenaga kerja yang terlibat merupakan putra-putri daerah,” ungkapnya.
Terkait penerima manfaat, Sarmin menegaskan bahwa hasil pemantauan di sejumlah sekolah tidak menemukan adanya keluhan. Baik pihak sekolah maupun para siswa justru menyambut positif kehadiran Program Makan Bergizi Gratis.
“Dari hasil pengecekan kami, siswa dan pihak sekolah merasa bersyukur dengan adanya program ini. Hingga saat ini, belum ada keluhan yang kami temukan,” pungkas Sarmin Mustari.
Daerah1 tahun agoBulan Depan Insentif Imam, Syara dan Pendeta di Kota Tidore Dibayarkan
Daerah1 tahun agoKetua Organda Tidore Kecam Tindakan Premanisme Diduga Dilakukan Tim SAMADA di Mareku
Daerah1 tahun agoASN Kota Tidore Kepulauan Mulai Konsolidasi Dukung Aksi Tuntutan DBH ke Pemprov Maluku Utara
Daerah11 bulan agoKelurahan Mareku Hadirkan Inovasi Pelayanan Publik Berbasis Teknologi
Berita9 bulan agoSegera Terbit Buku Berjudul Tanpa Tidore, Indonesia Tidak Ada Pilar Timur dari Sabang Sampai Merauke
Berita1 tahun agoPengembangan Ekonomi Kreatif di Kota Tidore, Ketua Gekrafs dan Dinas Pariwisata Gelar Audiensi dengan Kemenparekraf
Daerah8 bulan agoTerus Promosikan Sektor Pariwisata, Pemkot Tidore Gelar Camping Ground di Pulau Maitara
Daerah8 bulan agoDisdukcapil Tidore: Hoax soal Rekomendasi Wali Kota dalam Layanan Kependudukan











