Daerah
Bertajuk Bergerak, Berdampak, Bermanfaat: Nurul Asnawiah Gelar Reses dengan Pendekatan Kolaboratif

SOROTAN KATA – Mengusung semangat “Bergerak, Berdampak, Bermanfaat”, Nurul Asnawiah menggelar reses masa persidangan III tahun 2026 dengan pendekatan yang berbeda. Tak sekadar menjadi ruang untuk menyerap aspirasi, reses kali ini dirancang lebih kolaboratif, edukatif, solutif, dan motivatif.
Kegiatan yang berlangsung pada 19 Agustus 2026 tersebut dipusatkan di Kelurahan Gubukusuma, Kecamatan Tidore Utara. Sejumlah unsur masyarakat dilibatkan, mulai dari perwakilan PKK se-Kecamatan Tidore Utara, kader posyandu dari setiap kelurahan, hingga peserta Sekolah Lansia Senja Pelangi Gubukusuma.
Menariknya, Nurul Asnawiah juga menggandeng Forum Studi Perempuan (Fospar) Kota Tidore Kepulauan sebagai pembicara. Kolaborasi ini diarahkan untuk memberikan edukasi sekaligus membuka ruang diskusi mengenai upaya mencegah kekerasan, perundungan (bullying), serta tindakan asusila yang menimpa perempuan dan anak.
“Reses mestinya tidak dimaknai sebatas datang, duduk, dengar, catat, kemudian berjanji akan memperjuangkan usulan masyarakat. Reses harus diperluas maknanya,” kata Nurul Asnawiah.
Menurutnya, reses idealnya memiliki nilai edukatif, solutif, dan motivatif. Karena itu, selain menghimpun aspirasi terkait kebutuhan perempuan dan posyandu, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan dan antisipasi terhadap berbagai bentuk kekerasan.
Nurul menilai, pendekatan reses yang tepat akan menghasilkan informasi dan data yang lebih valid serta akurat. Keterlibatan PKK dan kader posyandu, kata dia, menjadi bagian penting dalam menggali secara langsung berbagai kebutuhan, kekurangan, maupun persoalan yang dihadapi masyarakat di Kecamatan Tidore Utara.
“Perwakilan PKK dan kader posyandu se-Tidore Utara adalah cara saya dalam menghimpun informasi tentang kebutuhan dan kekurangan yang nantinya akan menjadi bagian dari laporan kegiatan reses,” ujarnya.
Bagi Nurul, fungsi anggota DPRD bukan sekadar hadir di tengah masyarakat lalu memberikan janji. Lebih dari itu, anggota legislatif harus mampu membangun kerja sama dan menghadirkan solusi melalui kerja-kerja kolaboratif.
Karena itu, dalam reses kali ini Nurul juga membuka peluang kolaborasi dengan Fospar sebagai bagian dari upaya mendorong kemajuan Kecamatan Tidore Utara.
Ia berharap pendekatan tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan reses semata, tetapi dapat melahirkan kerja bersama yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
“Bukan fungsi DPRD jika datang dan memberikan janji. Saya hadir kali ini menawarkan kerja sama dan kerja kolaboratif dengan mendayagunakan Fospar untuk memajukan Tidore Utara,” tegasnya.
Ia menambahkan, setiap bentuk pengabdian kepada masyarakat harus memiliki dampak yang nyata dan manfaat yang dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Setiap gerak pengabdian wajib memberikan dampak dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” pungkas Nurul Asnawiah.***
Daerah2 tahun agoBulan Depan Insentif Imam, Syara dan Pendeta di Kota Tidore Dibayarkan
Daerah2 tahun agoKetua Organda Tidore Kecam Tindakan Premanisme Diduga Dilakukan Tim SAMADA di Mareku
Daerah1 tahun agoASN Kota Tidore Kepulauan Mulai Konsolidasi Dukung Aksi Tuntutan DBH ke Pemprov Maluku Utara
Daerah1 tahun agoKelurahan Mareku Hadirkan Inovasi Pelayanan Publik Berbasis Teknologi
Berita1 tahun agoSegera Terbit Buku Berjudul Tanpa Tidore, Indonesia Tidak Ada Pilar Timur dari Sabang Sampai Merauke
Daerah1 tahun agoDua Kali Kunjungan Bersejarah Presiden Soekarno ke Tidore
Daerah1 tahun agoTerus Promosikan Sektor Pariwisata, Pemkot Tidore Gelar Camping Ground di Pulau Maitara
Berita2 tahun agoPengembangan Ekonomi Kreatif di Kota Tidore, Ketua Gekrafs dan Dinas Pariwisata Gelar Audiensi dengan Kemenparekraf











