Daerah
Harga Minyakkita Melonjak Jelang Ramadan, Komisi II DPRD Tidore Panggil OPD Terkait

SOROTAN KATA – Menjelang bulan suci Ramadan, harga minyak goreng bersubsidi Minyakkita di Kota Tidore Kepulauan mengalami lonjakan signifikan hingga menembus angka Rp20 ribu per liter. Padahal, pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakkita sebesar Rp15.700 per liter.
Hasil pantauan di pasar tradisional dan sejumlah toko menunjukkan harga Minyakkita bervariasi, mulai dari Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per liter. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menekan daya beli masyarakat, khususnya menjelang Ramadan, ketika kebutuhan bahan pokok cenderung meningkat.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Tidore Kepulauan, Abdurahman Arsyad, menyatakan pihaknya akan segera memanggil Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop), Dinas Ketahanan Pangan, serta instansi terkait lainnya. Langkah ini dilakukan untuk membahas kesiapan dan strategi pengendalian harga bahan pokok dari Ramadan hingga Idulfitri.
Menurut Abdurahman, DPRD tidak menginginkan lonjakan harga bahan pokok, terutama minyak goreng, terus melampaui ketentuan HET. Terlebih, Komisi II telah menemukan langsung di lapangan bahwa harga Minyakkita di pasaran sudah berada di atas batas yang ditetapkan pemerintah.
“Kami akan memanggil instansi terkait untuk mengetahui sejauh mana kesiapan dan strategi mereka dalam menjaga ketersediaan serta stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tidore Kepulauan, Yakub Maradjabessy, menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memperkuat pengawasan melalui Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang melibatkan pemerintah daerah dan Polri. Pengawasan ini bertujuan mengendalikan harga sekaligus menyamakan persepsi pedagang terkait penerapan HET.
“Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah menyamakan persepsi terkait HET yang telah ditetapkan pemerintah, agar kenaikan harga minyak goreng oleh pedagang tidak terlalu jauh melampaui ketentuan,” kata Yakub.
Yakub menjelaskan, tingginya harga Minyakkita di tingkat pedagang dipicu oleh harga perolehan dari distributor yang sudah melebihi ketentuan. Akibatnya, pedagang terpaksa menjual dengan harga di atas HET.
“Karena harga perolehan sudah tinggi, maka harga jual ikut naik. Tugas kami adalah melakukan pendekatan dan pengawasan agar harga tidak melambung jauh dari HET,” jelasnya.
Saat ini, pemerintah daerah bersama Polresta masih memfokuskan langkah pada pengawasan dan pemberian imbauan kepada pedagang. Penindakan hukum belum dilakukan karena pihak terkait masih menelusuri persoalan distribusi dari hulu.
Ke depan, pengawasan harga pangan, termasuk minyak goreng, akan diperkuat secara terintegrasi bersama Polri dan instansi terkait lainnya, termasuk Bulog. Tim pengawasan tersebut telah dibentuk melalui Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 4 Tahun 2025 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan.
Selain pengawasan, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan juga menyiapkan langkah cepat untuk menekan harga, salah satunya dengan berkoordinasi bersama Bulog guna menyalurkan Minyakkita dan minyak goreng lainnya kepada masyarakat sesuai HET.
“Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, salah satunya berkoordinasi dengan Bulog agar minyak goreng, baik Minyakkita maupun jenis lainnya, dapat disalurkan ke masyarakat dengan harga sesuai HET,” ungkap Yakub.
Pemda juga mengarahkan seluruh kios pangan di Kota Tidore Kepulauan untuk mengambil bahan pokok, seperti beras dan minyak goreng, langsung dari Bulog dengan harga yang lebih terjangkau.
“Selain itu, kami telah menetapkan kebijakan agar seluruh kios pangan bisa mengambil bahan pokok dari Bulog dengan harga yang lebih murah,” tegasnya.
Tak hanya itu, pemerintah daerah bersama Bulog dan Bank Indonesia juga tengah menyiapkan pelaksanaan pasar murah dalam waktu dekat. Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama bulan Ramadan.
Daerah1 tahun agoBulan Depan Insentif Imam, Syara dan Pendeta di Kota Tidore Dibayarkan
Daerah1 tahun agoKetua Organda Tidore Kecam Tindakan Premanisme Diduga Dilakukan Tim SAMADA di Mareku
Daerah10 bulan agoASN Kota Tidore Kepulauan Mulai Konsolidasi Dukung Aksi Tuntutan DBH ke Pemprov Maluku Utara
Daerah9 bulan agoKelurahan Mareku Hadirkan Inovasi Pelayanan Publik Berbasis Teknologi
Berita7 bulan agoSegera Terbit Buku Berjudul Tanpa Tidore, Indonesia Tidak Ada Pilar Timur dari Sabang Sampai Merauke
Berita1 tahun agoPengembangan Ekonomi Kreatif di Kota Tidore, Ketua Gekrafs dan Dinas Pariwisata Gelar Audiensi dengan Kemenparekraf
Daerah6 bulan agoTerus Promosikan Sektor Pariwisata, Pemkot Tidore Gelar Camping Ground di Pulau Maitara
Daerah6 bulan agoDisdukcapil Tidore: Hoax soal Rekomendasi Wali Kota dalam Layanan Kependudukan











